Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI) menyelenggarakan Webinar Nasional Sosialisasi Pedoman Layanan Kemahasiswaan dan Pembelajaran Klinik Pendidikan Tinggi Vokasi Keperawatan Indonesia pada Sabtu, 28 Februari 2026, secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.
Kegiatan ini diikuti oleh 322 institusi anggota AIPViKI dari seluruh Indonesia dengan total 556 peserta, yang terdiri dari pimpinan institusi, ketua program studi, penanggung jawab pembelajaran dan kemahasiswaan, serta dosen. Tingginya partisipasi mencerminkan komitmen kuat institusi vokasi keperawatan dalam mendukung standardisasi dan peningkatan mutu pendidikan secara nasional.
Webinar secara resmi dibuka oleh Sekretaris Umum AIPViKI, Dr. Dyna Apriany, S.Kp., M.Kep, yang mewakili Ketua Umum AIPViKI, Dr. Pramita Iriana, S.Kp., M.Biomed, yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Dr. Dyna Apriany menegaskan bahwa Rapat Kerja Nasional AIPViKI Tahun 2025 telah menetapkan kebutuhan akan standar nasional yang jelas, terukur, dan aplikatif, khususnya pada aspek layanan kemahasiswaan dan pembelajaran klinik sebagai inti pengalaman belajar mahasiswa vokasi keperawatan. Dua pedoman nasional AIPViKI disusun untuk menyatukan persepsi, memperkuat tata kelola, dan memastikan kesetaraan mutu antar institusi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang terlibat langsung dalam penyusunan pedoman nasional AIPViKI, yaitu Ns. Maryana, S.SiT., S.Psi., S.Kep., M.Kep, Ns. Tjahjanti, M.Kep., Sp.Kep.J, dan Dr. Haris Sofyana, S.Kep., Ners., M.Kep. Materi yang disampaikan mencakup pedoman layanan kemahasiswaan dan alumni, serta pembelajaran klinik mahasiswa vokasi keperawatan.
Selain sosialisasi pedoman dan diskusi implementasi, dalam kegiatan ini Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan AIPViKI juga melaksanakan reassessment penerapan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Reassessment tersebut dilaksanakan bersamaan dengan survei layanan kemahasiswaan dan praktik klinik keperawatan, sebagai upaya pemetaan kesiapan institusi serta penguatan basis data nasional AIPViKI dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi keperawatan.
Menindaklanjuti masukan peserta, AIPViKI merumuskan sejumlah rencana tindak lanjut dalam waktu dekat, meliputi:
- Pelatihan penyusunan RPS Praktik Klinik Keperawatan berbasis Outcome-Based Education (OBE) melalui penurunan CPMK dan Sub-CPMK;
- Pelatihan penerapan metode pembelajaran berbasis Student Learning Center (SCL);
- Penyusunan Buku Saku Panduan Patient Safetybagi mahasiswa; dan
- Penyusunan Buku Early Warning System (EWS) Mahasiswa Berisiko.
Melalui sosialisasi nasional ini, AIPViKI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi institusi anggota dalam mengimplementasikan pedoman secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat penerapan Kurikulum OBE, layanan kemahasiswaan, dan praktik klinik keperawatan yang bermutu dan berorientasi pada keselamatan mahasiswa.
