Hari Kanker Sedunia 2026: United by Unique – Seruan Tindakan Berbasis pada Masyarakat

Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari 2026 menyatukan upaya global di bawah tema “United by Unique” untuk menekankan perawatan kanker yang dipersonalisasi bahwa setiap individu menerima perhatian khusus. Perayaan tahun ini menyoroti kisah perjalanan ketangguhan para penyintas kanker sambil mengatasi peningkatan kasus di wilayah seperti Asia Tenggara.

Beban Kanker Global dan Proyeksi

Kanker menyebabkan penderitaan besar di seluruh dunia, dengan 1,9 juta kasus baru dan 1,3 juta kematian di Wilayah Asia Tenggara WHO pada 2022 saja, termasuk lebih dari 56.000 kasus anak-anak. Proyeksi menunjukkan angka ini bisa hampir dua kali lipat pada 2050 tanpa intervensi yang lebih kuat. Tema “United by Unique” mengakui bahwa kanker memengaruhi setiap orang secara berbeda, membutuhkan respons yang disesuaikan di luar diagnosis medis.

Di daerah beban tinggi, rasio mortalitas terhadap insidens hampir dua kali lipat dibanding negara berpenghasilan tinggi, dan tiga kali lebih tinggi untuk kanker anak-anak. Ketidaksetaraan ini menekankan kebutuhan akses layanan yang adil, sebagaimana ditekankan dalam Strategi Regional WHO untuk pencegahan dan pengelolaan kanker hingga 2030.

Inisiatif Regional WHO di Asia Tenggara

WHO mendukung negara-negara dalam mengembangkan rencana pengendalian kanker nasional, memperkuat registry, dan meningkatkan diagnosis dini serta perawatan paliatif. Kemitraan dengan Badan Energi Atom Internasional dan International Agency for Research on Cancer menyediakan analisis dasar dan rekomendasi. Platform seperti South-East Asia Regional Childhood Cancer Network dan South-East Asia Cancer Grid mendorong kolaborasi lintas negara dan adaptasi bukti lokal.

Negara-negara menunjukkan kemajuan: Inisiatif “Cancer Anywhere” Thailand memungkinkan perawatan di rumah sakit umum mana pun; India memperluas pusat kemoterapi rawat jalan tingkat distrik; registry kanker berbasis populasi Bhutan menginformasikan pencegahan. Untuk kanker anak, jaringan pusat satelit Myanmar, perawatan gratis Nepal, dan kebijakan nasional khusus Sri Lanka menandai kemajuan di bawah Global Initiative for Childhood Cancer.

Tantangan tetap ada, termasuk cakupan skrining rendah dan akses layanan tidak merata, yang menuntut investasi berkelanjutan dan komitmen politik.

Respons Nasional Indonesia dan Kepemimpinan

Menteri Kesehatan Indonesia Bapak Budi Gunadi Sadikin mendesak warga tidak takut skrining kanker selama acara di RS Kanker Dharmais pada 4 Februari 2026. “Kanker sekarang bisa disembuhkan,” tegasnya, menekankan deteksi dini sebagai kunci keberhasilan pengobatan di tengah kemajuan medis.

Pemerintah menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis tahunan untuk 280 juta penduduk melalui program Presiden Prabowo, termasuk skrining kanker payudara gratis bagi wanita di atas 30 tahun. Lebih dari 10.000 alat USG didistribusikan ke puskesmas, dengan dokter umum dilatih untuk skrining awal. Kemoterapi tersedia di 514 rumah sakit nasional.

Upaya ini selaras dengan seruan global untuk perawatan terjangkau pada kanker prioritas seperti payudara, serviks, mulut, dan anak-anak.

Menyuarakan kepemimpinan ini, Ketua Umum AIPViKI Ibu Dr. Pramita Iriana, SKp., M.Biomed,  menekankan peran Perguruan Tinggi melalui Tridharma Perguruan Tinggi; pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, dalam memajukan perawatan kanker. “Di AIPViKI, kami bersatu melalui kisah unik para penyintas, memanfaatkan Tridharma akademik untuk mendorong skrining yang dapat diakses, penelitian inovatif, dan dukungan komunitas personal, menutup kesenjangan perawatan di Indonesia,” tegasnya, selaras dengan tema “United by Unique”.

Fokus Kampanye “United by Unique”

Diluncurkan untuk 2025-2027, kampanye ini memandang kanker sebagai kisah pribadi duka, penyembuhan, dan ketangguhan, menganjurkan perawatan berbasis manusia dengan empati. Ia mempromosikan perjalanan tiga tahun dari kesadaran ke aksi, mengintegrasikan kebutuhan individu untuk hasil optimal.

Pendekatan ini relevan di Asia Tenggara, di mana realitas komunitas unik menuntut strategi lokal. Dengan mengutamakan kasih sayang, kampanye bertujuan mengurangi penderitaan yang bisa dihindari dan membangun masa depan adil.

Ajakan untuk Bertindak bagi Pemangku Kepentingan

Pemerintah, mitra, dan masyarakat sipil harus meningkatkan investasi berkelanjutan dalam pengendalian kanker. Prioritas mencakup memperkuat diagnosis dini, memastikan perawatan terjangkau, memperluas kemitraan seperti SEACanGrid, dan mempromosikan akses layanan esensial.

Di Indonesia, memanfaatkan skrining gratis dan sumber puskesmas dapat mengubah hasil. Secara global, merangkul “United by Unique” mendorong respons kolektif namun personal.

Melihat ke Depan Menuju Masa Depan yang Tangguh

Hari Kanker Sedunia 2026 menegaskan komitmen menempatkan manusia di pusat upaya kanker. Melalui inovasi, kolaborasi, dan keberanian skrining, wilayah seperti Asia Tenggara dapat menahan beban yang meningkat.

Langkah proaktif Indonesia menjadi contoh bagaimana aksi nasional mendukung tujuan global. Bersatu dalam keunikan, kemajuan dapat dicapai.

Devisi Humas-PP AIPViKI
( Sumber: WHO Asia Tenggara , Kementerian Kesehatan Indonesia , World Cancer Day)

https://www.who.int/southeastasia/news/detail/04-02-2026-world-cancer-dayhttps://www.kemkes.go.id/id/menkes-ajak-masyarakat-tak-takut-skrining-kanker-bisa-disembuhkanhttps://www.worldcancerday.org/the-campaign

Admin
Author: Admin